Sobat Edu, menurut Sobat Edu penulisan yang benar dari kata “disini” dan “dimana” itu bagaimana? Apakah penulisannya dipisah atau disambung seperti itu?
Penulisan di atas adalah salah!
Tuh, kan selama ini masih banyak yang keliru dengan aturan kepenulisan.
Aku beri tahu untuk penulisan “disini” dan “dimana” yang tepat ialah dipisah. Jadinya “di sini” dan “di mana”.
Coba lagi, ya. Selanjutnya … menurut Sobat Edu “milikku” atau “milik ku”?
Aturan penggunaan klitik “ku” selalu ditulis serangkai dengan kata sebelum atau sesudahnya. Oleh karena itu, penulisan di atas yang benar adalah “milikku”.
Terakhir, deh. Kali ini aku mau lihat apakah Sobat Edu bisa membedakan kata baku sesuai aturan KBBI atau nggak.
Kata berikut ini tidak asing digunakan yaitu kata “silahkan” atau “silakan”.
Nah lho … mana yang benar, nih?
Penggunaan kata baku memang sering dilupakan ketika menulis. Hal tersebut dikarenakan terbawa menggunakan kata sehari-hari hingga terbawa saat sedang menulis.
Antara kata “silahkan” dengan “silakan”, kata yang bakunya ialah “silakan”. Penulisan kata silakan tidak menggunakan imbuhan h didalamnya menurut aturan KBBI.
Sejauh ini Sobat Edu sudah benar berapa? Tetapi, masih banyak lagi aturan PUEBI dan KBBI dasar yang masih suka keliru dalam menggunakannya. Yuk kita simak lebih lanjut semua aturan PUEBI dan KBBI dasar agar tidak terdapat kekeliruan lagi.
1. Penggunaan Partikel di- dan ke-
Pasti beberapa dari Sobat Edu masih suka bingung dalam menggunakan kata di- kapan harus dipisah atau digabung. Penggunaan partikel di- jika menunjukkan tempat, maka penulisannya digabung. Sedangkan jika merupakan kata imbuhan atau kata kerja, penulisan partikel di- dipisah.
Contohnya:
Di Jakarta ─ menunjukkan kata tempat
Dimakan ─ menunjukkan kata kerja
Selanjutnya, penulisan partikel ke- sama seperti penulisan partikel di- yakni akan dipisah jika menunjukkan kata imbuhan atau kata kerja dan akan digabung jika menunjukkan kata tempat.
Contohnya:
Ke Semarang ─ menunjukkan kata tempat
Kedua ─ menunjukkan kata imbuhan
2. Penulisan Partikel –pun
Selama ini penulisan –pun memang membuat banyak orang bingung kapan harus dipisah atau tidak perlu dipisah. Ternyata hanya terdapat dua belas kata partikel –pun yang penulisannya digabung. Selain ke-12 kata partikel –pun tersebut harus ditulis dipisah.
Ke-12 kata partikel –pun tersebut adalah:
Adapun
Andaipun
Ataupun
Bagaimanapun
Biarpun
Maupun
Kalaupun
Kendatipun
Meskipun
Sekalipun
Walaupun
Sungguhpun
3. Penggunaan Klitik –nya
Penulisan klitik “nya” selalu ditulis serangkai dengan kata sesudahnya.
Contohnya:
Suaranya
Miliknya
Tetapi, penulisan “nya” jika didahului oleh kata singkatan berupa huruf kapital atau kata asing terlebih dahulu diberikan tanda hubung (-)
Contoh:
SIM-nya
Handphone-nya
4. Pengunaan Kata Kita dan Kami
Selama ini penggunaan kata kita dan kami sering sekali dianggap memiliki arti yang sama. Nyatanya, kedua kata tersebut memiliki perbedaan masing-masing.
Perbedaan utama antara kedua kata kita dan kami terletak pada posisi lawan bicara. Jika lawan bicara dan pembicara ikut dalam himpunan, saat itulah digunakan kata kita.
Sementara itu, jika posisi lawan bicara berada di luar percakapan maka menggunakan kata kami.
Contoh:
“Siang ini kita makan siang di mana?”
“Besok pagi, kami ingin ke pasar.”
5. Penulisan Angka
Penulisan angka dalam teks yang terdiri dari satu atau dua kata, penulisannya menggunakan huruf, kecuali dipakai secara berurutan seperti dalam perincian.
Contoh:
– Di dalam satu keranjang itu, terdapat 3 bola berwarna putih, 5 bola berwarna merah, dan 10 bola berwarna kuning.
– Sudah tiga kali aku menonton film itu.
Aturan lainnya adalah bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
Contoh:
– Tiga orang telah dipilih menjadi juara lomba matematika kemarin.
6. Singkatan dan Akronim
a) Singkatan nama orang, gelar, jabatan, sapaan, atau pangkat diikuti tanda titik pada setiap unsur singkatan itu.
Contoh:
– W. R. Supratman
– M. Pd
b) Singkatan yang bukan merupakan nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa titik.
Contoh:
– PT
– KTP
– SIM
c) Singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik dan menggunakan huruf kecil.
Contoh:
– dll.
– dsb.
– hlm.
d) Singkatan yang terdiri dari dua huruf masing-masing diikuti tanda titik dan menggunakan huruf kecil.
Contoh:
– a.n
– s.d
e) Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh:
– Jabar (Jawa Barat)
– Bulog (Badan Usaha Logistik)
f) Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf tanpa titik.
Contoh:
– PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)
Ternyata selama ini aku masih banyak kesalahan dalam menulis.
Sekarang Sobat Edu sudah paham, kan, mengenai aturan PUBEI dan KBBI dasar yang sering sekali masih keliru.
Mulai sekarang, yuk, kita perhatikan aturan dalam menulis.
Sampai bertemu di blog selanjutnya Sobat Edu semua!